Kadiv Humas Jelaskan Virtual Police Bekerja Untuk Ciptakan Medsos Bersih dan Sehat

Kadiv Humas Jelaskan Virtual Police Bekerja Untuk Ciptakan Medsos Bersih dan Sehat

JAKARTA- - Sesuai dengan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor lima yakni pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas, maka Virtual Police hadir sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibmas khususnya di ruang digital agar bersih, sehat dan produktif. 

Virtual Police juga merupakan kegiatan kepolisian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang opini atau konten yang dianggap berpotensi melanggar tindak pidana. 

"Melalui Virtual Police, kepolisian memberikan edukasi dan pemberitahuan bahwa apa yang ditulis ada melanggar pidana, mohon jangan ditulis kembali dan dihapus, " kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/2). 

Argo menjelaskan bagaimana Virtual Police ini menjalankan tugasnya. Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan, peringatan Virtual Police kepada akun yang dianggap melanggar tidak subjektif melainkan lewat kajian mendalam bersama para ahli. 

Adapun prosesnya ialah, ketika di suatu akun ditemukan tulisan atau gambar yang berpotensi melanggar pidana. Kemudian petugas menscreen shoot unggahan itu untuk dikonsulrtasikan oleh tim ahli yang terdiri dari ahli pidana, bahasa dan ITE. 

"Apabila ahli menyatakan bahwa ini merupakan pelanggaran pidana baik penghinaan atau sebagainya maka kemudian diajukan ke Direktur Siber atau pejabat yang ditunjuk di Siber memberikan pengesahan kemudian Virtual Police Alert Peringatan dikirim secara pribadi ke akun yang bersangkutan secara resmi, " urai Argo. 

Peringatan dikirimkan melalui Direct Message atau DM. Tujuannya, ungkap Argo, pihak kepolisian tidak ingin pengguna media sosial tersebut merasa terhina dengan peringatan yang diberikan oleh pihak kepolisian melalui Virtual Police. 

"Diharapkan dengan adanya Virtual Police dapat mengurangi hoax atau post truth yang ada di dunia maya. Masyarakat dapat terkoreksi, apabila membuat suatu tulisan atau gambar yang dapat membuat orang lain tidak berkenan dan untuk menghindari adanya saling lapor, " ungkapnya. 

Disisi lain, Argo menepis kekhawatiran beberapa pihak dengan adanya Virtual Police mempersempit kebebasan masyarakat di ruang digital. 

"Polri tidak mengekang ataupun membatasi masyarakat dalam berpendapat namun Polri berupaya untuk mengedukasi apabila melanggar pidana, Sampai saat ini ada 4 akun yang sudah diberikan peringatan melalui virtual police, " ungkap Argo. (AL)

JAKARTA
Alamsyah putra

Alamsyah putra

Previous Article

Jendral Listyo Sigit Prabowo Resmi Launcing...

Next Article

Kepala Kejati Sumut : Optimalkan Pengawasan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Siswandi

Siswandi

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 12

Registered: Jul 11, 2020

Muhis

Muhis

Postingan Bulan ini: 3

Postingan Tahun ini: 40

Registered: Feb 21, 2021

Heryudin

Heryudin

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 25

Registered: Jul 10, 2020

Didik S

Didik S

Postingan Bulan ini: 2

Postingan Tahun ini: 23

Registered: Apr 1, 2021

Profle

Achmad Sarjono verified

Jelang Hari Raya , Polres  Way Kanan Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau Tahun 2021
Seorang Penadah Motor Hasil Curian, Berhasil di Amankan Tim Tekab 308 Way Kanan
TNI - Polri dan Satpol PP Gelar Olahraga Bersama PMI Yang Dikarantina di Sumenep
Pimpin Apel, Kapolres Sumenep : Anggota yang Terlibat Narkoba Akan Ditindak Tegas

Follow Us

Recommended Posts

Korlantas Polri Siapkan Pelayanan SIM Online
Dukung Keterbukaan Publik, Rutan Kelas 1 Labuhan Deli Lakukan Kegiatan Press Release
Dirlantas Poldasu Ajak Masyarakat Untuk Urus dan Perpanjang SIM Dari Smartphone
Miliki 3 Amplop Ganja, Pria Warga Sidodame Ditangkap Tekab Polsek Medan Baru
Kapolda Sumut Jalin Silaturahim Bersama Tokoh Lintas Agama Sambut Bulan Ramadan